• Ketakutanku


    Kala hening menyerang kalbu
    Dan angin membelai ujung syaraf
    Tapak kakimu yang menjauh tak lagi terlihat
    Tersapu angin kebimbangan


    Sanggupkah kau berdiri tanpaku
    Berjalan kemudian berlari meniti seutas mimpi
    Ataukah  sepi juga menjadi temanmu
    Membisikkan aroma kelemahan dan ketidaksanggupan

    Padahal aku masih ada disini
    Terpaku, menancap tak bergeming
    Selalu menoleh kebelakang
    Kearah kau pergi……..

    Kepergianmu membuat semua anganku luntur
    Jalanku terseok-seok bersama sepi
    Tak peduli berapa lama kau pergi
    Satu detik, satu menit, ……satu abad
    Kau tak pernah gagal membuatku takut

    Ya, Aku takut
    Itulah yang coba aku katakan
    Dengan kalimatku yang panjang
    Yang kadang tak juga kau pahami

    Aku membutuhkanmu
    Layaknya seorang musafir yang hampir mati
    Karena haus mencekiknya dengan kuat
    Sadarlah……….
    Aku menginginkanmu………..

    Cinta ini benar-benar kuat
    Satu detik kepergianmu
    Membunuh berjuta syaraf senyumku
    Mematikan urat bahagiaku

    Yang ada hanya air mata
    Sudut mata ini tak pernah kering
    Selalu ada alasan untuk menangis
    Tanpa ada alasan untuk berhenti

    Secengeng itukah aku sekarang?

    Dekap aku….
    Biarkan bajumu basah oleh air mataku
    Rasakan semua kepedihanku
    Kuatkan aku dengan hangatnya cintamu


    25 maret 2011 / 02:18 pagi

0 komentar:

Posting Komentar