Kala hening menyerang kalbu
Dan angin membelai ujung syaraf
Tapak kakimu yang menjauh tak lagi
terlihat
Tersapu angin kebimbangan
Berjalan kemudian berlari meniti
seutas mimpi
Ataukah sepi juga menjadi temanmu
Membisikkan aroma kelemahan dan
ketidaksanggupan
Padahal aku masih ada disini
Terpaku, menancap tak bergeming
Selalu menoleh kebelakang
Kearah kau pergi……..
Kepergianmu membuat semua anganku
luntur
Jalanku terseok-seok bersama sepi
Tak peduli berapa lama kau pergi
Satu detik, satu menit, ……satu abad
Kau tak pernah gagal membuatku takut
Ya, Aku takut
Itulah yang coba aku katakan
Dengan kalimatku yang panjang
Yang kadang tak juga kau pahami
Aku membutuhkanmu
Layaknya seorang musafir yang hampir
mati
Karena haus mencekiknya dengan kuat
Sadarlah……….
Aku menginginkanmu………..
Cinta ini benar-benar kuat
Satu detik kepergianmu
Membunuh berjuta syaraf senyumku
Mematikan urat bahagiaku
Yang ada hanya air mata
Sudut mata ini tak pernah kering
Selalu ada alasan untuk menangis
Tanpa ada alasan untuk berhenti
Secengeng itukah aku sekarang?
Dekap aku….
Biarkan bajumu basah oleh air mataku
Rasakan semua kepedihanku
Kuatkan aku dengan hangatnya cintamu


0 komentar: