Ingin rasanya menampar perempuan itu, bila aku bukan
wanita yang beradab. Ingin rasanya aku memukul perempuan itu, bila saja aku ini
wanita yang tak diajari sopan santun…….Tuhaaan, cobaan seperti apalagi yang
harus aku terima??
Jam menunjukkan pukul 18.00, Khayra sengaja sholat
maghrib lebih awal. Karena dia berencana untuk pergi ke warnet langgananya
untuk mulai mencari bahan laporan PKL nya. Detik itu tak ada yg
salah,,,walaupun dalam 1 hari itu, entah sudah berapa liter air mata yang dia
tumpahkan. Sebenarnya Khayra bukan anak lemah…..tapi, apa yang sudah dia
rasakan, kepahitan hidup, nelongsonya hati memang telah sampai pada puncaknya.
Dan kekuatann satu2 nya adalah air mata. Sebuah senjata paling ampuh yang
dimiliki seorang wanita. Yang paling disyukurinya adalah, bahwa dia punya
Piyu…..ya seseorang yang sangat dicintainya. Yang bahkan terkadang membuat
Tuhan marah padanya, karena Khayra lebih mencintainya melebihi Tuhan.
Warnet itu masih sepi,,,hanya ada 2 orang yang sedang
online dari total 8 client. Khayra mengambil posisi di client no 5, ya
itung-itung kalau nemu artikel menyedihkan gak bakal malu sama
operatornya…Khayra mulai memutar2 jarinya di atas keyboard, masih bingung
dengan apa yang akan dia buka terlebih dahulu. Dan, karena dasarnya anak muda,
akhirnya dia memutuskan membuka Facebook terlebih dulu, sekedar say hallo pada
semua temannya. Pada saat itulah……terbesit keinginannya untuk membuka facebook
Piyu, kekasihnya. Dengan cekatan tangannya mengetik username dan passwordnya.
Finally, terpampanglah facebook laki-laki yang paling dia cintai itu. Tak ada
yang aneh pada Facebook itu pada awalnya…..tapi kemudian…sepasang mata Khayra
tertuju pada kotak pesan. Terpampang satu nama yang sama sekali tak diharapkannya.
Dia adalah Icha, entah siapa sebenarnya perempuan ini. Yang Khayra tau, dia
pernah hamper menghancurkan hubungannya dengan Piyu. Dengan cepat dibukanya
inbox Piyu….ternyata, selama ini mereka masih berhubungan……..
Khayra merasa sangat bodoh, sekali lagi hatinya
sakit…dan air matanya meleleh….Tuhan,,,cobaan apalagi ini. Aku benar-benar tak
sanggup………satu demi satu dibacanya, kata-katanya terasa menusuk-hati…namun,
Khayra ingat dulu dia pernah berjanji bahwa dia akan percaya pada
kekasihnya….bahwa dia akan kuat…..Hatinya akan dia lapangkan seluas samudera.
Dari semua pesan yang ada, semuanya memang mengarah bahwa perempuan itu yang
mengusik Piyu. Dengan gemetar Khayra mengetikkan beberapa kata…….
“Cha…..kamu tahu kan kalo kk udah punya pacar, dan
kamu juga udah punya pacar….jadi kalau bisa kita jaga perasaan pasangan kita
masing-masing ya….” . Khayra ingin tahu bagaimana reaksi Icha dengan pesan yang
dituliskannya tersebut.
“Iya kk, adx tau…….tpi bukannya klo di telpon kk
bilang kk bakal sayang ke cha selamanya?? O ya, cha udah kirimkan foto yg kk
minta di inbox special qta. Cekidot “ Pesan inilah yang membuat jantung Khayra
berdetak semakin cepat. Apa yang difikirkan gadis ini……..berapa kali harus
dijelaskan bahwa Piyu,,,calon suamiku……
“Gtu????” Fikiran Khayra buntu, hanya kata-kata ini
yang terketik. “ Cha, ini Khayra…..tapi bukannya kamu udah punya mas Oqa, ato
mas Aan??? Knapa gak sama mereka aja? Atau ke dua-dua nya?????” sambungnya
Tapi nampaknya gadis ini memang pantang menyerah.
“maaf mbak Khayra, Q lama balasnya, Q habis terima
telpon dari mas Piyu. Q putuskan untuk tidak memberitahu email dan password
Q….mohon maaf…Q menjaga perasaan mas Piyu…biarlah itu menjadi rahasia Q dan mas
Piyu. Tapi percayalah Q n kk Piyu dah g ada hubungan apapun sejak Q jadian sama
mas Oqa….Mungkin Q lebih bertanggung jawab kpda mz Oqa…biarlah mas Oqa yg
berhak membaca semua pesan di inbox Q…..Q akan kasih dia email dan password
Q…….
Pecah tangis Khayra…..kelimpungan, gemetar dan sesak
nafas. Tuhaan, haruskah aku meratap lagi???? Kenapa dia begitu tega padaku???
Padahal Khayra baru saja menelpon Piyu. Dan dia berkata akan pergi brangkat
berburu. Kenapa sekarang mas malah telpon cewek ini??? Apa yang mereka
sembunyikan dariku??? Ya Allah….aku sudah tidak sanggup……bunuh saja aku……..tanpa
piker panjang Khayra meninggalkan warnet itu. Belum satu pun referensi dia
kantongi. Hatinya lebih penting,,,,,,hatinya benar-benar butuh pertolongan.
Benar saja, malam itu dihabiskan Khayra dengan lelehan air mata yang tak pernag
mau berhenti mengalir………ratapan demi ratapan. Semalam suntuk Khayra
menangis…..namun kali ini adalah yang paling menyakitkan selama hubungannya
dengan Piyu. Karena ini adalah ke3 kalinya Piyu menghancurkan hatinya…
Dulu, yang pertama Piyu menghancurkan hatinya saat
ternyata dia tetap berhubungan dengan mantannya. Dan mantannya sendiri lah yang
mengirimkan semua berita itu. Yang membongkar rahasia yang selama ini tak
Khayra ketahui. Pesan-pesan di inbox email itu membuat Khayra panic……..Piyu
pembohong. Piyu Jahat…ingin rasanya pergi darinya. Namun, saat itu Piyu mendekapnya…..dan,
janji-janji itu datang…….kesetiaan, rasa kasih sayang. Tapi itu tak berlangsung
lama….1 tahun kemudian, Piyu kembali melukai Khayra….dengan menggandeng
seseorang satu frame dengannya. Sebuah potret dengan bingkai love dan penuh
bunga……Ingin rasanya Khayra mati detik itu saja……..namun, Khayra bodoh……Khayra
telah kehilangan akal sehatnya. Fikirannya telah ditutup dengan rasa cintanya
yang ternyata tak terbalaskan. Setidaknya itu yang dia rasakan sekarang……hancuur.
Tapi, kembali lagi, dengan sangat mudah Khayra memaafkannya, melupakannya……..
Dan, sekarang……kehancuran ini kembali lagi…….hantaman
palu raksasa seakan-akan mengenai tepat di hatinya. Sakiit sekali……..apa semua
pengorbanan yang telah dia berikan selama ini sama sekali tak berbekas di hati
Piyu?? Apakah semua kesetiaannya akan sia-sia????Meratap lagi….sangat parah….
Setelah satu malam penuh tidak memejamkan mata,
Khayra memutuskan untuk pergi menemui Piyu. Dia mengesampingkan semua egonya. Padahal
jika dipikir-pikir,,,siapa yang bersalah, dan siapa yang mengalah???? Yang
pasti, Khayra ingin masalah ini cepat selesai. Tanpa pamit, Khayra pergi
menemui Piyu…Khayra sengaja mengendarai motornya dengan sangat pelan, sambil
berfikir kata-kata apa yang akan dia ucapkan pada Piyu. Apakah dia bisa
bicara?????Dan, disinilah dia sekarang, di sebuah warnet yang dekat dengan
rumah Piyu. Khayra ingin mengecek sekali lagi smua chat yang mereka lakukan.
Tapi pukulan semakin parah yang dirasakannya. Ternyata mereka telah berhubungan
selama 1 tahun penuh……….Ooohh, apa salahku????
Tanpa piker panjang, Khayra pergi dari warnet itu.
Ingin rasanya dia menampar wajah Piyu. Saat tiba di sana, Piyu memang sedang
sibuk, tapi Khayra tak peduli…..langsung saja dia masuk kedalam rumah tanpa
permisi. Khayra duduk dengan isak tangis tertahan,.,,,,Namun, ternyata Piyu tak
juga menghampirinya. “Kau benar-benar kejam mas”…….gumamnya dalam hati. Piyu
menghampiri Khayra……
“Kenapa dex????? Ada apa lagi??? Kurang gimana???
Khayra sudah tidak bisa mengontrol emosinya……dengan mendorong
Piyu dia keluarkan semua jeritan hatinya.
“Salah adx apa
mas……knapa mas melakukan semua ini ke adx??????1 tahun mas, kamu jadian sama
dia dibelakangku. Kenapa kau kejam padaku???Apa salahku????? Apaaa????? Jerit
Khayra
“Lho kan udah tak
kasih tau to……..udah gak ada apa-apa lagi……..dex, “
“Mas egois,,,,mas
kejam……”
“Gak percaya ya
udah, mas juga bingung gimana membuktikannya ke adx…”
Tangis Khayra tertahan,,,semakin sesak, semakin sakit……….nafasnya
tak beraturan, sangat cepat. Dia kram, semua tubuhnya kaku. Fisik dan psikisnya
telah sampai pada puncaknya…….Piyu menganngkat dan memindahkan Khayra ke
kamar….nafas Khayra belum juga teratur…Badannya semakin kram, semakin
kaku…Namun, Khayra tak habis fikir…Piyu hanya memeluknya, dengan membisikkan
kata maaf dan khilafnya……..padahal yang ingin dia dengan adalah kepastian yang
diucapkan dengan lantang. Bukan Cuma bisikan yang tak mampu melawan
angin,,,,,,,Piyu terus memeluknya..Tangis Khayra akhirnya meledak sudah….nafasnya
mulai bisa teratur….Khayra tak habis fikir, dengan segitu banyaknya luka yang
telah diperbuat Piyu padanya, bagaimana dia masih tetap begitu bodoh dan
mencintainya….
“Jika memang ada yang salah denganku, katakan….jangan kau obral
pada orang lain….katakan apa kekuranganku,,,katakan apa yang tak kau suka
dariku,,,,katakaaan……jangan diam tapi ternyata kau mencari orang lain….!!! Ayo
katakan…………” Jerit Khayra dalam hati.
Siang itu diakhiri dengan Khayra yang terisak-isak d pelukan
Piyu…..Entah sampai kapan drama ini akan berlangsung….Entah sampai kapan Khayra
akan kuat menahan semua luka di hatinya….entah……
Sekarang di benaknya pertanyaan, kenapa dia bisa mencintai Piyu
sedemikian besar?? Hingga semua luka ini, terasa hambar…….Tuhan, aku hanya ingin
menjadi yang terbaik baginya. Kenapa semua kebaikanku dibalas dengan semua luka
ini???? Tolong jawablah doaku malam ini………Apakah aku bisa bertahan dengannya
lebih lama lagi????Aku mencintainya Tuhan………
By : Khayra
14
September 2011


0 komentar: