• Aku akan jadi lebih kuat (2)

    Ingin rasanya menampar perempuan itu, bila aku bukan wanita yang beradab. Ingin rasanya aku memukul perempuan itu, bila saja aku ini wanita yang tak diajari sopan santun…….Tuhaaan, cobaan seperti apalagi yang harus aku terima??
    Jam menunjukkan pukul 18.00, Khayra sengaja sholat maghrib lebih awal. Karena dia berencana untuk pergi ke warnet langgananya untuk mulai mencari bahan laporan PKL nya. Detik itu tak ada yg salah,,,walaupun dalam 1 hari itu, entah sudah berapa liter air mata yang dia tumpahkan. Sebenarnya Khayra bukan anak lemah…..tapi, apa yang sudah dia rasakan, kepahitan hidup, nelongsonya hati memang telah sampai pada puncaknya. Dan kekuatann satu2 nya adalah air mata. Sebuah senjata paling ampuh yang dimiliki seorang wanita. Yang paling disyukurinya adalah, bahwa dia punya Piyu…..ya seseorang yang sangat dicintainya. Yang bahkan terkadang membuat Tuhan marah padanya, karena Khayra lebih mencintainya melebihi Tuhan.
    Warnet itu masih sepi,,,hanya ada 2 orang yang sedang online dari total 8 client. Khayra mengambil posisi di client no 5, ya itung-itung kalau nemu artikel menyedihkan gak bakal malu sama operatornya…Khayra mulai memutar2 jarinya di atas keyboard, masih bingung dengan apa yang akan dia buka terlebih dahulu. Dan, karena dasarnya anak muda, akhirnya dia memutuskan membuka Facebook terlebih dulu, sekedar say hallo pada semua temannya. Pada saat itulah……terbesit keinginannya untuk membuka facebook Piyu, kekasihnya. Dengan cekatan tangannya mengetik username dan passwordnya. Finally, terpampanglah facebook laki-laki yang paling dia cintai itu. Tak ada yang aneh pada Facebook itu pada awalnya…..tapi kemudian…sepasang mata Khayra tertuju pada kotak pesan. Terpampang satu nama yang sama sekali tak diharapkannya. Dia adalah Icha, entah siapa sebenarnya perempuan ini. Yang Khayra tau, dia pernah hamper menghancurkan hubungannya dengan Piyu. Dengan cepat dibukanya inbox Piyu….ternyata, selama ini mereka masih berhubungan……..
    Khayra merasa sangat bodoh, sekali lagi hatinya sakit…dan air matanya meleleh….Tuhan,,,cobaan apalagi ini. Aku benar-benar tak sanggup………satu demi satu dibacanya, kata-katanya terasa menusuk-hati…namun, Khayra ingat dulu dia pernah berjanji bahwa dia akan percaya pada kekasihnya….bahwa dia akan kuat…..Hatinya akan dia lapangkan seluas samudera. Dari semua pesan yang ada, semuanya memang mengarah bahwa perempuan itu yang mengusik Piyu. Dengan gemetar Khayra mengetikkan beberapa kata…….
    “Cha…..kamu tahu kan kalo kk udah punya pacar, dan kamu juga udah punya pacar….jadi kalau bisa kita jaga perasaan pasangan kita masing-masing ya….” . Khayra ingin tahu bagaimana reaksi Icha dengan pesan yang dituliskannya tersebut.
    “Iya kk, adx tau…….tpi bukannya klo di telpon kk bilang kk bakal sayang ke cha selamanya?? O ya, cha udah kirimkan foto yg kk minta di inbox special qta. Cekidot “ Pesan inilah yang membuat jantung Khayra berdetak semakin cepat. Apa yang difikirkan gadis ini……..berapa kali harus dijelaskan bahwa Piyu,,,calon suamiku……
    “Gtu????” Fikiran Khayra buntu, hanya kata-kata ini yang terketik. “ Cha, ini Khayra…..tapi bukannya kamu udah punya mas Oqa, ato mas Aan??? Knapa gak sama mereka aja? Atau ke dua-dua nya?????” sambungnya
    Tapi nampaknya gadis ini memang pantang menyerah.
    “maaf mbak Khayra, Q lama balasnya, Q habis terima telpon dari mas Piyu. Q putuskan untuk tidak memberitahu email dan password Q….mohon maaf…Q menjaga perasaan mas Piyu…biarlah itu menjadi rahasia Q dan mas Piyu. Tapi percayalah Q n kk Piyu dah g ada hubungan apapun sejak Q jadian sama mas Oqa….Mungkin Q lebih bertanggung jawab kpda mz Oqa…biarlah mas Oqa yg berhak membaca semua pesan di inbox Q…..Q akan kasih dia email dan password Q…….
    Pecah tangis Khayra…..kelimpungan, gemetar dan sesak nafas. Tuhaan, haruskah aku meratap lagi???? Kenapa dia begitu tega padaku??? Padahal Khayra baru saja menelpon Piyu. Dan dia berkata akan pergi brangkat berburu. Kenapa sekarang mas malah telpon cewek ini??? Apa yang mereka sembunyikan dariku??? Ya Allah….aku sudah tidak sanggup……bunuh saja aku……..tanpa piker panjang Khayra meninggalkan warnet itu. Belum satu pun referensi dia kantongi. Hatinya lebih penting,,,,,,hatinya benar-benar butuh pertolongan. Benar saja, malam itu dihabiskan Khayra dengan lelehan air mata yang tak pernag mau berhenti mengalir………ratapan demi ratapan. Semalam suntuk Khayra menangis…..namun kali ini adalah yang paling menyakitkan selama hubungannya dengan Piyu. Karena ini adalah ke3 kalinya Piyu menghancurkan hatinya…
    Dulu, yang pertama Piyu menghancurkan hatinya saat ternyata dia tetap berhubungan dengan mantannya. Dan mantannya sendiri lah yang mengirimkan semua berita itu. Yang membongkar rahasia yang selama ini tak Khayra ketahui. Pesan-pesan di inbox email itu membuat Khayra panic……..Piyu pembohong. Piyu Jahat…ingin rasanya pergi darinya. Namun, saat itu Piyu mendekapnya…..dan, janji-janji itu datang…….kesetiaan, rasa kasih sayang. Tapi itu tak berlangsung lama….1 tahun kemudian, Piyu kembali melukai Khayra….dengan menggandeng seseorang satu frame dengannya. Sebuah potret dengan bingkai love dan penuh bunga……Ingin rasanya Khayra mati detik itu saja……..namun, Khayra bodoh……Khayra telah kehilangan akal sehatnya. Fikirannya telah ditutup dengan rasa cintanya yang ternyata tak terbalaskan. Setidaknya itu yang dia rasakan sekarang……hancuur. Tapi, kembali lagi, dengan sangat mudah Khayra memaafkannya, melupakannya……..
    Dan, sekarang……kehancuran ini kembali lagi…….hantaman palu raksasa seakan-akan mengenai tepat di hatinya. Sakiit sekali……..apa semua pengorbanan yang telah dia berikan selama ini sama sekali tak berbekas di hati Piyu?? Apakah semua kesetiaannya akan sia-sia????Meratap lagi….sangat parah….
    Setelah satu malam penuh tidak memejamkan mata, Khayra memutuskan untuk pergi menemui Piyu. Dia mengesampingkan semua egonya. Padahal jika dipikir-pikir,,,siapa yang bersalah, dan siapa yang mengalah???? Yang pasti, Khayra ingin masalah ini cepat selesai. Tanpa pamit, Khayra pergi menemui Piyu…Khayra sengaja mengendarai motornya dengan sangat pelan, sambil berfikir kata-kata apa yang akan dia ucapkan pada Piyu. Apakah dia bisa bicara?????Dan, disinilah dia sekarang, di sebuah warnet yang dekat dengan rumah Piyu. Khayra ingin mengecek sekali lagi smua chat yang mereka lakukan. Tapi pukulan semakin parah yang dirasakannya. Ternyata mereka telah berhubungan selama 1 tahun penuh……….Ooohh, apa salahku????
    Tanpa piker panjang, Khayra pergi dari warnet itu. Ingin rasanya dia menampar wajah Piyu. Saat tiba di sana, Piyu memang sedang sibuk, tapi Khayra tak peduli…..langsung saja dia masuk kedalam rumah tanpa permisi. Khayra duduk dengan isak tangis tertahan,.,,,,Namun, ternyata Piyu tak juga menghampirinya. “Kau benar-benar kejam mas”…….gumamnya dalam hati. Piyu menghampiri Khayra……
    “Kenapa dex????? Ada apa lagi??? Kurang gimana???
    Khayra sudah tidak bisa mengontrol emosinya……dengan mendorong Piyu dia keluarkan semua jeritan hatinya.
            “Salah adx apa mas……knapa mas melakukan semua ini ke adx??????1 tahun mas, kamu jadian sama dia dibelakangku. Kenapa kau kejam padaku???Apa salahku????? Apaaa????? Jerit Khayra
            “Lho kan udah tak kasih tau to……..udah gak ada apa-apa lagi……..dex, “
            “Mas egois,,,,mas kejam……”
            “Gak percaya ya udah, mas juga bingung gimana membuktikannya ke adx…”
    Tangis Khayra tertahan,,,semakin sesak, semakin sakit……….nafasnya tak beraturan, sangat cepat. Dia kram, semua tubuhnya kaku. Fisik dan psikisnya telah sampai pada puncaknya…….Piyu menganngkat dan memindahkan Khayra ke kamar….nafas Khayra belum juga teratur…Badannya semakin kram, semakin kaku…Namun, Khayra tak habis fikir…Piyu hanya memeluknya, dengan membisikkan kata maaf dan khilafnya……..padahal yang ingin dia dengan adalah kepastian yang diucapkan dengan lantang. Bukan Cuma bisikan yang tak mampu melawan angin,,,,,,,Piyu terus memeluknya..Tangis Khayra akhirnya meledak sudah….nafasnya mulai bisa teratur….Khayra tak habis fikir, dengan segitu banyaknya luka yang telah diperbuat Piyu padanya, bagaimana dia masih tetap begitu bodoh dan mencintainya….
    “Jika memang ada yang salah denganku, katakan….jangan kau obral pada orang lain….katakan apa kekuranganku,,,katakan apa yang tak kau suka dariku,,,,katakaaan……jangan diam tapi ternyata kau mencari orang lain….!!! Ayo katakan…………” Jerit Khayra dalam hati.
    Siang itu diakhiri dengan Khayra yang terisak-isak d pelukan Piyu…..Entah sampai kapan drama ini akan berlangsung….Entah sampai kapan Khayra akan kuat menahan semua luka di hatinya….entah……
    Sekarang di benaknya pertanyaan, kenapa dia bisa mencintai Piyu sedemikian besar?? Hingga semua luka ini, terasa hambar…….Tuhan, aku hanya ingin menjadi yang terbaik baginya. Kenapa semua kebaikanku dibalas dengan semua luka ini???? Tolong jawablah doaku malam ini………Apakah aku bisa bertahan dengannya lebih lama lagi????Aku mencintainya Tuhan………


    By : Khayra
    14 September 2011

0 komentar:

Posting Komentar