Dia masih tetap berdiri terpaku di bawah guyuran hujan yang makin menderas. Walaupun kepalanya tegap memandang ke depan, fikirannya sedang kacau, hatinya sakit dan gundah. Dia rasakan air hujan itu, tetes demi tetes. Matanya terpejam, dinginnya air hujan itu walaupun sedikit mampu menyejukkan hatinya yang sedang bimbang. Pelan sekali akhirnya dia mulai berjalan, tetesan air matanya tersamarkan dengan baik oleh guyuran hujan yang deras. Kepedihan semakin terasa, kakinya mulai terasa lemas, pandangannya kabur, fikiranya berkecamuk, kenapa, apa, bagaimana bisa……semua pertanyaan itu kini membutuhkan jawaban. Dan dia bingung bagaimana mendapatkan jawaban itu.
“Aku mencintai nya Tuhan………….” Rintihnya. Tuhan……..Siapakah wanita itu?” Jeritnya dalam hati
Bayangan wanita itu kembali muncul, potret wanita satu frame dengan nya. Dengan Dyra, Laki-laki yang dia cintai. Frame model love dengan bunga-bunga yang menghiasi pinggirannya. Apa artinya ini??? Potret itu tersimpan di flash Dyra. Awalnya dia hanya ingin menyimpan file disana sebelum memindahkannya ke laptop. Namun saat dia melihat potret itu, ada rasa penasaran. Muncul rasa Ge-er, rasa senang, bahagia. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Kepahitan, sakit, pedih………setelah potret itu akhirnya terbuka, dan bahwa bukan Khayra, bukan dia yang bersanding disana. Ada wanita lain, yang bahkan Khayra tak tau siapa dia. Hatinya bimbang…..apa maksud nya? Apa maksud Dyra menyimpan foto ini. Air matanya tanpa permisi mengalir perlahan. Dengan gemetar dia mengetik sms untuk Dyra, bibirnya kelu, tak mampu dia memanggil Dyra yang walaupun jarak mereka hanya beberapa meter. Saat Dyra menghampirinya. Hatinya semakin sakit, air matanya semakin deras. Tanpa kata dia menunjukkan potret itu padanya. Dyra terkejut, tapi Khayra tak mampu mendeskripsikan makna dari keterkejutan Dyra. Khayra memutuskan untuk pulang, dan disinilah sekarang dia, menikmati hujan yang mengguyur semakin deras…..yang seakan akan menandakan bahwa langit ikut menangis bersamanya.
Pintu kamar terasa begitu berat baginya sekarang. Namun kasurnya, selimutnya….terasa begitu hangat dan seakan-akan bisa melindunginya. Melindungi Khayra dari semua kesakitan ini. Dia ingin penjelasan……penjelasan yang belum sempat di katakan oleh Dyra. Malam itu terasa bagai malam yang sangat panjang, paling berat dan menguras air matanya. Hp nya berdering, sebuah sms masuk, tertera nama Dyra disana…..
“Apakah benar2 mahal bagimu untuk menelponku sayang…..!!!siapakah aku bagimu…???” gumamnya
Khayra membaca sms Dyra, gemetar tangannya……….dengan santainya Dyra mengatakan bahwa itu hanya teman FB nya. Dan dia hanya iseng…tak lebih………….!!!!
“Oh Tuhan………apa yang difikirkanya…!!!!Apakah dia tak pernah paham bagaimana cara menjaga perasaanku. Sekarang detik ini, aku melihat dia bersama dengan gadis lain…..bagaimana perasaanku??? Apakah perlu ditanyakan lagiii???????????Tuhan, berilah aku kekuatan yang lebih besar lagi…aku mencintainya…………….!!!! Jerit Khayra dalam hati.
Akal sehatnya telah dikalahkan oleh rasa cinta yang semakin menyakitkan. Tapi dia juga tahu rasa cinta itu yang akan menyelamatkannya……..Khayra tak mampu membalas sms Dyra. Tangannya telah lemas………tanpa fikir panjang Dia langsung menghubungi Dyra. Dia tak memikirkan apapun lagi. Dia tak peduli apakah nantinya Dyra akan menjudge nya sebagai cewek yang mudah di mintai maaf. Yang Khayra tahu. Dia mencintai laki-laki ini dan berharap mendapatkan obat untuk sakit hatinya sekarang….karena dia sudah tak mampu lagi menahan sakitnya hati……..!!!!
Terdengar bunyi nada sambungnya…………..dan akhirnya diangkat oleh Dyra…….
“Bicaralah………..!!!” Suara gemetar Khayra terdengar serak
“Maaf……….” Jawab Dyra.
Suasana hening, Khayra tak mampu berbicara….dan Dyra, entah apa yang ada difikirannya…
“Aku hanya wanita biasa yang mencintaimu……Aku tak punya kekuatan super untuk selalu menangis dan meratap terus menerus………….Tolong, jangan sakiti aku lebih dari ini. Aku butuh penjelasan……..Jangan diam………!!!!” Khayra sudah tak mampu lagi mengontrol ucapannya…..dadanya serasa mau meledak. Namun ternyata, Dyra memang menanggapinya dengan biasa saja. Mungkin karena menurutnya, Khayra sudah terlalu terbiasa seperti ini, dia terlalu terbiasa dengan Khayra.
“Sudahlah, apa salahnya dengan foto itu?” Dyra tak bisa menjelaskan maksudnya.”Kamu calon istriku, itu yang pasti……jangan menangis lagi..aku minta maaf…..!!!
Dan begitulah, rasa sakit nya….rasa sakit di dada Khayra belum terobati. Rasa penasarannya juga masih menggebu-gebu. Ditambah dengan rasa marah, marah dengan cara pemikiran Dyra yang begitu simple….begitu sederhana. Yang ada, akhirnya Khayra menutup telphon itu……..!!! Tak sanggup lagi mendengar suara Dyra. Khayra menutup hari ini dengan air mata yang tak mau berhenti menetes walau matanya telah terpejam. Terbesit satu doa di hatinya. Tuhan….bila memang dia jodoh dari-Mu untukku……..maka Lapangkanlah hatiku melebihi luas samudera-Mu…agar aku selalu bisa berdiri kuat di sampingnya…….Aku mohon…..!!!!
Esoknya, Khayra menuliskan semuanya……apa yang ia rasakan, apa yang ada difikirannya. Dengan harapan bahwa nantinya saat dia jatuh lagi, dia akan punya kenangan dan kekuatan lama yang akan membuatnya kuat dan membantunya bangun dari keterpurukan. Karena cintanya adalah sebuah pengertian dan kesabaran. Khayra tahu betul tentang hal itu. Karena itulah, saat kemudian Khayra kembali bertemu dengan Dyra setelah kejadian kemarin. Walau tanpa kata, dan hanya dengan pelukan dari Dyra……!!! air mata Khayra kembali meleleh dengan deras, detik itu juga Khayra telah berjanji untuk menjadi lebih kuat…..Mencintai memang lebih berat daripada dicintai….!!!
“Maafkan aku….tak akan ku ulangi….aku memang bodoh…!!! Suara Dyra gemetar
“Aku tahu,,,Aku tahu,,,kau memang bodoh. Tapi aku akan selalu lebih bodoh darimu…!!
“Tapi……..!!!
Khayra menutup bibir Dyra dengan telunjuknya…………….
“Diamlah, aku mencintaimu….selalu dan selamanya…itu yang penting..!!!
Senyum Dyra telah menjadi bagian hidupnya yang paling berharga. Dan Khayra bersumpah akan selalu berusaha merekahkan senyum itu selalu. Sekarang dan selamanya……..!!!
By : Khayra
Juni 2010

0 komentar: